Berita Ekonomi

Kontrak Berjangka Saham Bergerak Tipis Menjelang Rilis Laporan Inflasi Penting Dan Laporan Keuangan Nvidia

New York (CNBC) – Kontrak berjangka saham (stock futures) bergerak tipis pada hari Rabu menjelang rilis data inflasi utama AS serta laporan kinerja kuartalan terbaru Nvidia.

Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing turun 0,1% dan 0,2%. Sementara itu, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 6 poin atau 0,01%.

Indeks-indeks utama ini baru saja mencatatkan sesi perdagangan yang positif, didorong oleh penurunan imbal hasil (yield) obligasi dan harga minyak. S&P 500 naik 0,3% dalam perdagangan reguler, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,7%. Dow naik 160,24 poin atau 0,3%, menandai hari ketiga berturut-turut indeks tersebut ditutup di zona hijau.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Juli—sebuah laporan bulanan yang merinci perubahan harga barang dan jasa serta merupakan metrik inflasi pilihan Federal Reserve—dijadwalkan rilis pada hari Rabu pukul 08.30 pagi waktu setempat (ET).

Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan sebesar 0,1% secara bulanan (month-over-month) dan 3,6% secara tahunan (year-over-year). Pada bulan Juni, laporan tersebut mencatat penurunan 0,1% secara bulanan dan kenaikan 3,7% secara tahunan.

Laporan ini muncul di tengah sorotan terhadap pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada pekan lalu, di mana tingkat imbal hasil obligasi tenor 30 tahun menyentuh level yang belum pernah terlihat dalam hampir 20 tahun. Namun, imbal hasil secara umum turun pada hari Selasa, dengan imbal hasil tenor 10 tahun turun hampir 8 basis poin pada hari itu.

 

Nvidia Dan Jackson Hole Menjadi Sorotan

Nvidia dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartal kedua pada hari Rabu setelah penutupan pasar. Wall Street memproyeksikan laba per saham sebesar $2,09 dengan pendapatan $92,28 miliar, menurut data FactSet. Laporan ini bisa menjadi indikator penting bagi pasar secara keseluruhan, mengingat perusahaan pembuat cip tersebut merupakan anggota terbesar S&P 500 dengan kapitalisasi pasar lebih dari $5 triliun.

Investor juga menantikan pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, pada hari Jumat dalam simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming. Meski demikian, ada pihak yang menilai Warsh mungkin akan tetap bungkam menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan sebelum bulan September.

“Melihat pendekatannya dalam konferensi pers bulan Juni dan Juli, menurut kami kecil kemungkinannya ia akan langsung membahas secara mendalam prospek ekonomi terkini serta implikasinya terhadap kebijakan untuk sisa tahun 2026. Sebaliknya, kami memperkirakan ia akan lebih banyak memaparkan tema-tema berskala besar, dengan penekanan pada sisi penawaran serta bagaimana topik-topik tersebut akan ditangani oleh gugus tugas,” tulis Kurt Lewis, kepala kebijakan bank sentral di Piper Sandler, dalam pesannya kepada para klien.