Imbal Hasil Obligasi AS Sentuh Rekor Tertinggi dalam 24 Tahun
Imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah AS (Treasury) tetap berada di dekat level tertingginya dalam beberapa dekade pada hari Selasa. Kondisi ini membuat pasar global terus berfokus pada dilema antara tekanan inflasi yang masih persisten dan ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menahan siklus kenaikan suku bunganya bulan ini.
Imbal hasil Obligasi AS acuan tenor 10 tahun menyentuh level 5,3493%. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi dalam 24 tahun.
Sementara itu, imbal hasil tenor 30 tahun juga melonjak ke rekor tertinggi dalam 24 tahun.
Lonjakan biaya pinjaman ini terjadi meskipun rilis data tenaga kerja AS yang melunak telah meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan. Federal Reserve kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Kekhawatiran Inflasi Menjaga Imbal Hasil Obligasi Tetap Tinggi
Investor tetap cemas bahwa inflasi bisa bertahan tinggi. Data sektor jasa AS menunjukkan biaya input naik dengan laju tercepatnya dalam empat tahun.
Membengkaknya utang pemerintah serta meningkatnya kebutuhan pinjaman makin menambah tekanan pada pasar Obligasi AS.
Oleh karena itu, aksi jual obligasi terus berlanjut. Kondisi ini terjadi meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada bulan Oktober telah menurun.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Merosot
Pasar kini hanya memperhitungkan peluang sekitar 23% untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan ini.
Kondisi tersebut membuat para investor berhadapan dengan kombinasi yang tidak biasa. Ekspektasi pengetatan moneter Fed dalam waktu dekat menurun.
Namun, imbal hasil Obligasi AS jangka panjang tetap bertahan tinggi secara persisten.



