Emas Bertahan di Sekitar $4.160 Menjelang Risalah The Fed
Harga emas relatif stabil pada Rabu. Investor kini fokus pada risalah pertemuan Federal Reserve bulan September. Dokumen ini dicari untuk petunjuk kebijakan moneter AS.
Harga emas spot berada di sekitar $4.159,62 per ounce pada 0038 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka AS pengiriman Desember stabil di $4.187,30.
Pasar terus mencermati risalah The Fed. Ekspektasi suku bunga menjadi faktor utama pemicu harga emas.
Risalah The Fed menjadi fokus utama
Risalah pertemuan FOMC bulan September dijadwalkan rilis pada Rabu.
Presiden Fed San Francisco Mary Daly mendukung kenaikan suku bunga September. Ia menilai risiko inflasi tengah meningkat. Kebutuhan kenaikan susulan bergantung pada peredaan guncangan inflasi.
Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid tampil lebih hawkish. Ia menilai The Fed masih perlu menaikkan suku bunga. Kebijakan ini diperlukan meski imbal hasil obligasi mulai menekan ekonomi.
Ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober menurun
Data ekonomi yang melemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober. Namun, peluang kenaikan pada Desember masih tinggi, yakni sekitar 85%.
Tingkat suku bunga sangat memengaruhi daya tarik emas. Emas tidak memberikan pendapatan bunga bagi pemegangnya. Suku bunga dan imbal hasil tinggi menaikkan daya tarik aset berimbal hasil.
Sebaliknya, penurunan ekspektasi pengetatan moneter dapat memberi dukungan bagi harga emas.
Ketidakpastian global tetap mendukung perhatian terhadap emas
Emas terus menarik perhatian di tengah ketidakpastian geopolitik dan fiskal.
Peserta pertemuan London Bullion Market Association di Sorrento memberikan prediksinya. Harga emas diperkirakan dapat mencapai $5.013 per troy ounce dalam 12 bulan. Angka ini merupakan hasil survei peserta, bukan proyeksi Reuters.
Pergerakan logam mulia lainnya tampak bervariasi. Harga perak spot turun 0,6% menjadi $61,32 per ounce. Platinum naik 0,4% ke $1.707,65, sedangkan palladium turun 0,1% ke $1.170,75.









