Artikel, Saham

Cara Mengetahui Harga Pasar Saham Naik atau Turun

-

Komunitas trader forex profesional yang berbagi strategi dan analisis teknikal untuk meningkatkan kemampuan trading di pasar valuta asing

Cara mengetahui harga pasar saham naik atau turun secara real-time adalah dengan mengamati pergerakan grafik harga (chart), warna indikator candlestick (hijau untuk naik, merah untuk turun), serta volume transaksi pada aplikasi sekuritas atau platform visualisasi data saham resmi. Bagi pemula, pergerakan ini dasarnya dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran (supply and demand). Ketika lebih banyak orang membeli (permintaan tinggi), harga saham akan bergerak naik. Sebaliknya, jika lebih banyak orang menjual (penawaran tinggi), harga saham akan bergerak turun.
Untuk memantau kondisi ini secara akurat, investor dapat menggunakan platform global terpercaya seperti TradingView, Yahoo Finance, atau aplikasi sekuritas lokal yang terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Stockbit, Ajaib, dan Mirae Asset Sekuritas. Memahami dinamika ini sejak awal merupakan langkah krusial untuk menghindari kerugian akibat spekulasi tanpa dasar di pasar modal.

Mengapa Harga Saham Bisa Berubah? (Logika Dasar Pasar)

Sebelum masuk ke panduan teknis, Anda harus memahami satu prinsip utama: pasar saham adalah cerminan dari ekspektasi kolektif. Ada dua faktor utama yang membuat harga saham berfluktuasi setiap detiknya:

  1. Faktor Internal (Kinerja Perusahaan): Jika perusahaan merilis laporan keuangan dengan keuntungan yang melonjak, investor akan berebut membeli sahamnya. Efeknya? Harga naik.

  2. Faktor Eksternal (Sentimen Makro & Berita): Kebijakan suku bunga bank sentral (seperti Bank Indonesia atau The Fed), tingkat inflasi, hingga kondisi geopolitik global sangat memengaruhi psikologi pasar secara keseluruhan.

 

Cara Mengetahui Harga Pasar Saham Naik atau Turun

Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda praktikkan langsung melalui smartphone atau komputer Anda:

Step 1: Gunakan Platform Data Saham yang Valid dan Resmi

Jangan memantau harga saham dari tangkapan layar di media sosial. Gunakan platform yang menyediakan data real-time or delayed yang legal.

  • Aplikasi Sekuritas Terdaftar OJK: Stockbit, Ajaib, Indo Premier (IPOT), atau Mirae Asset.

  • Platform Analisis Global: TradingView atau Yahoo Finance (bisa diakses gratis).

Step 2: Cari Kode Saham (Ticker Symbol)

Setiap perusahaan di bursa efek memiliki kode unik berupa 4 huruf (untuk Bursa Efek Indonesia/BEI).

  • Contoh: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki kode BBRI, PT Telkom Indonesia memiliki kode TLKM. Ketik kode ini di kolom pencarian platform yang Anda gunakan.

Step 3: Baca Indikator Warna Utama (Hijau vs. Merah)

Ini adalah cara paling instan untuk mengetahui kondisi saham hari ini:

  • Warna Hijau (atau Tanda Plus +): Menunjukkan harga saham saat ini lebih tinggi dibandingkan harga penutupan pada hari bursa sebelumnya (Saham Naik).

  • Warna Merah (atau Tanda Minus -): Menunjukkan harga saham saat ini lebih rendah dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya (Saham Turun).

  • Warna Kuning/Putih (Angka 0): Menunjukkan harga saham stagnan atau sama persis dengan harga penutupan kemarin.

Step 4: Perhatikan Angka “Last Price”, “Change”, dan “Percentage (%)”

Di dalam aplikasi, Anda akan melihat deretan angka digital. Tiga komponen ini adalah kuncinya:

  • Last Price: Harga saham per lembar yang terjadi pada transaksi terakhir saat ini.

  • Change: Nominal perubahan harga (misal: +50 berarti naik Rp50, -25 berarti turun Rp25).

  • Percentage (%): Persentase kenaikan atau penurunan. Angka ini lebih valid untuk melihat seberapa signifikan pergerakan saham dibanding hanya melihat nominal Rupiahnya.

Step 5: Amati Grafik Candlestick Sederhana

Jika Anda membuka menu grafik (chart), Anda akan melihat batang-batang berwarna merah dan hijau yang disebut candlestick.

  • Candlestick Hijau (Bullish): Harga ditutup lebih tinggi dari harga pembukaan pada periode tersebut.

  • Candlestick Merah (Bearish): Harga ditutup lebih rendah dari harga pembukaan pada periode tersebut.

 

3 Cara Menilai Apakah Tren Naik atau Turun Akan Bertahan Lama

Mengetahui harga saat ini naik atau turun saja tidak cukup. Sebagai pemula, Anda harus tahu apakah tren tersebut hanya sementara (fluktuasi harian) atau akan berlangsung lama.

  • Lihat Volume Transaksi: Kenaikan harga saham yang sehat wajib didukung oleh volume transaksi yang besar. Jika harga naik tapi volumenya sepi, ada risiko kenaikan tersebut hanya manipulasi sementara atau rawan turun kembali.

  • Gunakan Moving Average (MA): Garis rata-rata bergerak ini sangat membantu pemula. Jika grafik harga berada di atas garis MA (misalnya MA 20 atau MA 50), artinya saham sedang dalam tren naik (uptrend). Sebaliknya, jika di bawah garis, saham sedang tren turun (downtrend).

  • Pantau Kalender Ekonomi dan Laporan Keuangan: Saham yang turun karena sentimen panik sesaat (misal: berita politik global) namun memiliki fundamental laba bersih yang tumbuh setiap tahun, biasanya akan segera berbalik arah naik dalam jangka menengah.

Catatan Penting untuk Pemula (Disclaimer) : Investasi saham mengandung risiko tinggi. Pastikan Anda selalu melakukan analisis mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum menempatkan dana Anda pada instrumen saham apa pun.

 

 

 

Join Komunitas Trading

Bagi Anda yang baru memulai trading maupun ingin lebih memperdalam pengetahuan tentang trading silahkan silahkan bergabung bersama Master Trader 168, Master Trader 168 adalah komunitas Trading yang berfokus pada edukasi, bimbingan yang membantu para trader dari berbagai level mulai dari pemula hingga tingkat profesional untuk meningkatkan skil analisis dan manajemen resiko.
Master Trader 168 bertujuan tidak hanya sekadar membantu para trader untuk profit jangka pendek, melainkan pertumbuhan berkelanjutan melalui pemahaman pasar yang mendalam.

 

 

 

 

Read also: