Berita Ekonomi

Kontrak Berjangka S&P 500 Turun, Mengindikasikan Wall Street Akan Kembali Melemah Setelah Penurunan Pada Hari Senin

New York (CNBC) – Kontrak berjangka S&P 500 turun pada awal perdagangan hari Selasa, dipimpin oleh sektor semikonduktor, setelah indeks-indeks utama mengawali pekan dengan pelemahan akibat berlanjutnya ketegangan antara AS dan Iran serta kekhawatiran inflasi yang mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury.

Kontrak yang terkait dengan indeks pasar luas tersebut turun 0,5%, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 turun 1,1%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 11 poin lebih tinggi, sebagian didorong oleh kenaikan 1% pada saham Home Depot setelah perusahaan raksasa perlengkapan rumah tersebut mencatatkan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi.

Saham Western Digital turun lebih dari 6%, memimpin penurunan pada kontrak berjangka Nasdaq. Saham Sandisk juga turun sekitar 6%, sementara Marvell dan Seagate masing-masing turun lebih dari 5%. Pergerakan hari Selasa ini terjadi setelah sesi perdagangan saham yang melemah, di mana harga minyak naik akibat ketidakpastian seputar gencatan senjata AS-Iran yang berakhir pada hari Senin. Negosiasi antara kedua negara mengalami kebuntuan, dan Presiden Donald Trump menyatakan akan menyerang Oman “jika negara itu menghalangi.”

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi, yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Treasury tenor panjang. Imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun mencapai level tertinggi yang belum pernah terlihat sejak Juni 2007. Imbal hasil kembali naik tipis pada hari Selasa, sementara harga minyak tidak banyak berubah. Namun, Sonali Basak, kepala strategi investasi di iCapital, berpendapat bahwa pasar saham masih memiliki potensi untuk terus melaju, terutama karena reli pasar kini meluas ke luar sektor perusahaan teknologi raksasa (Big Tech).

“Jika Anda melihat sekeliling, masih ada ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut,” ujar Basak dalam wawancara dengan program “Closing Bell” di CNBC. “Bahkan dalam sebulan terakhir, indeks S&P Equal Weight masih belum mengungguli Nasdaq atau SOXX—yang menunjukkan kepada saya bahwa indeks ini relatif masih tertinggal, bahkan dalam beberapa hari terakhir.”

Di seberang Atlantik, pasar Eropa bergerak ke zona merah pada perdagangan pagi. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,51%. Indeks CAC 40 Prancis turun 0,55% dan FTSE MIB Italia turun 0,59%, sementara DAX Jerman turun 0,38%. Di London, indeks FTSE 100 turun kurang dari 0,1%. Pasar Asia-Pasifik ditutup di zona merah. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,55%. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 2,54%. Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, ditutup mendatar. Indeks CSI 300 Tiongkok daratan turun 0,32%, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong tidak banyak berubah.