Tin tức kinh tế

Harga Emas Naik Karena Dolar Terus Melemah; Pembicaraan Iran Menjadi Fokus

(Reuters) – Harga emas naik dalam perdagangan Asia pada hari Kamis karena pelemahan dolar yang terus berlanjut menguntungkan pasar logam, dengan fokus tetap pada potensi pembicaraan gencatan senjata lebih lanjut antara AS dan Iran. Logam emas tetap mendekati level tertinggi hampir satu bulan yang dicapai pada hari Rabu, karena harapan de-eskalasi dalam perang Iran meningkatkan selera risiko dan juga meredakan kekhawatiran atas inflasi yang tinggi.

XAU/USD naik 0,9% menjadi $4.835,09 per ons, sementara harga emas berjangka naik 0,7% menjadi $4.857,05/oz.

Logam mulia lainnya juga naik pada hari Kamis. Harga perak spot melonjak 2,4% menjadi $80,8165/oz, sementara harga platinum spot naik 1,6% menjadi $2.147,21/oz, dengan kedua logam tersebut tetap mendekati level tertinggi satu bulan.

 

Emas Naik Karena Dolar Jatuh Untuk Sesi Kesembilan Berturut-Turut; Pembicaraan Iran Diincar

Emas dan logam mulia lainnya diuntungkan dari pelemahan dolar yang berkelanjutan, karena meningkatnya selera risiko mengurangi permintaan aset aman untuk dolar AS. Dolar mencapai titik terendah enam minggu pada hari Kamis, juga berada di bawah tekanan dari data inflasi produsen yang lemah yang dirilis awal pekan ini.

Presiden AS Donald Trump memberi sinyal awal pekan ini bahwa pembicaraan yang diperpanjang dengan Iran dimungkinkan dalam beberapa hari mendatang, dan bahwa akhir perang Timur Tengah sudah dekat. Trump juga mengatakan bahwa pembicaraan terpisah antara Israel dan Lebanon akan berlangsung di Washington pada hari Kamis. Namun, komentar Trump muncul di tengah laporan bahwa AS mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke Iran, sementara blokade angkatan laut terhadap negara itu juga mulai berlaku penuh minggu ini. Namun gencatan senjata antara kedua pihak tampaknya tetap bertahan. Pasar berharap akan lebih banyak pembicaraan damai antara Washington dan Teheran, terutama dengan gencatan senjata yang akan berakhir pada 21 April.

 

Harga Tembaga Naik Karena PDB China Yang Kuat

Di antara logam industri, harga tembaga naik pada hari Kamis setelah data produk domestik bruto dari importir utama China menunjukkan angka yang lebih kuat dari perkiraan. Harga tembaga berjangka acuan di London Metal Exchange naik 0,5% menjadi $13.350,33 per ton, sementara harga tembaga berjangka COMEX naik 0,8% menjadi $6,1250 per pon.

Ekonomi Tiongkok tumbuh 5% pada kuartal pertama, data produk domestik bruto menunjukkan pada hari Kamis, melampaui ekspektasi dan menunjukkan bahwa importir tembaga terbesar di dunia ini mencatat awal yang kuat untuk tahun 2026.

Pertumbuhan terutama didorong oleh ekspor karena permintaan luar negeri untuk barang-barang manufaktur Tiongkok tetap kuat. Tren ini diperkirakan akan berlanjut pada kuartal-kuartal mendatang, menjaga permintaan lokal akan tembaga tetap kuat. Namun ekonomi Tiongkok masih menghadapi beberapa hambatan akibat perang Iran. Kenaikan harga bahan bakar diperkirakan akan membebani pengeluaran lokal yang sudah lesu, sementara gangguan dalam pengiriman global juga dapat merugikan permintaan ekspor.