Euro Mendekati Level Terendah dalam 17 Bulan seiring Meningkatnya Kecemasan Utang Prancis
Mata uang euro tetap berada di dekat level terendahnya dalam 17 bulan pada hari Selasa. Hal ini terjadi saat para investor terus mengevaluasi meningkatnya kekhawatiran fiskal di Prancis.
Selain itu, investor juga mencermati ketidakpastian politik di kawasan zona euro. Mata uang tunggal ini tergelincir ke kisaran $1,1219 pada perdagangan di Asia.
Euro sebelumnya sempat jatuh ke posisi terendahnya sejak Mei 2025 pada sesi sebelumnya.
Euro kini memperpanjang penurunan sebesar 1,2% dari pekan lalu. Mata uang tersebut juga melemah terhadap pound sterling Inggris.
Penurunan ini terjadi seiring reaksi investor atas membengkaknya kecemasan terkait utang pemerintah dan dinamika politik di Eropa.
Biaya Pinjaman Prancis Tetap Menjadi Kekhawatiran Utama
Prancis kini menjadi fokus utama bagi para pedagang mata uang. Biaya pinjaman pemerintah terus melonjak dan semakin memberatkan beban utang negara tersebut.
Kebuntuan politik terkait kebijakan fiskal Prancis juga memicu kekhawatiran. Masalah di pasar obligasi negara itu dapat merembet ke kawasan zona euro yang lebih luas.
Selain itu, tekanan makin bertambah akibat ketidakpastian politik di Spanyol. Perdana Menteri Pedro Sanchez telah menyerukan pemilu yang dipercepat (snap election).
Kombinasi antara tingginya biaya pinjaman, kekhawatiran fiskal, dan ketidakpastian politik membuat euro menjadi lebih rentan. Kondisi tersebut terjadi bahkan saat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat telah menurun.
Dolar AS Tetap Terangkat oleh Tinggi Imbal Hasil Obligasi
Dolar AS terus menguat dengan ditopang oleh tingginya imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah AS. Indeks dolar berada di level 102,17.
Indeks tersebut sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi dalam 18 bulan pada sesi sebelumnya.
Namun, dolar AS mampu mempertahankan kekuatannya. Rilis data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan telah meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober.
Para investor masih memperkirakan Fed mungkin perlu memperketat kebijakan moneter di kemudian hari. Tekanan inflasi juga belum sepenuhnya hilang.
Di sisi lain, aktivitas sektor jasa di AS memang melambat pada September. Namun, kuatnya permintaan domestik terus menekan rantai pasok.
Kondisi tersebut juga mendorong biaya input yang dibayarkan perusahaan ke level tertingginya dalam lebih dari empat tahun.
Bagi euro, kombinasi antara kecemasan fiskal Prancis dan ketidakpastian politik Spanyol terus menjadi tekanan. Tingginya harga minyak serta penguatan dolar AS juga menciptakan iklim perdagangan yang sulit.









