Master Trader 168

digirextch
-
08 Okt 2026

Harga Minyak Menembus $104 saat Risiko Pasokan Timur Tengah Meningkat

Gold (XAU/USD) US Dollar Index (DXY) AUD/USD US-Stock Nasdaq 100 US-Stock S&P 500 US-Stock Dow Jones US-Stock Russell 2000

Shock Minyak Menjadi Risiko Makro Terbesar Jumat

Harga minyak menjadi salah satu penggerak utama pasar pada 8 Oktober ketika meningkatnya ketegangan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Brent melonjak hampir 4% ke sekitar US$102,28 per barel, sedangkan WTI naik ke sekitar US$91,99. Dalam perkembangan perdagangan berikutnya, Brent bahkan sempat bergerak di atas US$104 karena kekhawatiran terhadap jalur pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz semakin besar. Reuters

Selat Hormuz Menjadi Risiko Utama

Selat Hormuz sangat penting karena merupakan salah satu jalur pengiriman energi terbesar di dunia.

Reuters melaporkan bahwa serangan terhadap kapal tanker meningkat, sementara konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara regional telah memasuki bulan kedelapan.

Masalah utamanya bukan hanya kenaikan harga minyak. Risiko yang lebih besar adalah munculnya shock inflasi baru.

Jika minyak bertahan di atas US$100 dalam waktu lama, inflasi dapat kembali meningkat ketika bank sentral masih menghadapi yield obligasi yang tinggi.

Badai AS Menambah Gangguan Pasokan

Hurricane Isaias juga mengganggu produksi minyak di Gulf of Mexico.

Lebih dari 25% produksi minyak dan sekitar 16% produksi gas alam di Gulf of Mexico AS dilaporkan ditutup akibat badai.

Artinya, pasar menghadapi dua masalah sekaligus: risiko geopolitik Timur Tengah dan gangguan produksi AS akibat cuaca.

Mengapa Penting untuk Jumat?

Pada Gold, risiko inflasi mendukung emas, tetapi yield dan dolar tinggi dapat mengimbangi efek tersebut.

Sementara itu, DXY dapat terdampak karena harga energi tinggi dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed harus mempertahankan kebijakan ketat.

Bagi Nasdaq, S&P 500 dan Russell 2000, minyak mahal dapat meningkatkan biaya dan mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter.

Sedangkan untuk AUD/USD, kenaikan minyak tidak otomatis bullish karena penguatan dolar dan yield global yang lebih tinggi tetap dapat menekan AUD.

Sumber :
https://www.reuters.com/business/energy/oil-rises-middle-east-supply-concerns-persist-amid-shipping-attacks-2026-10-08

Pasar yang Berpotensi Terdampak & Tingkat Dampak

Pasar
Level Dampak
Gold (XAU/USD)
High
US Dollar Index (DXY)
High
AUD/USD
High
US-Stock Nasdaq 100
High
US-Stock S&P 500
High
US-Stock Dow Jones
High
US-Stock Russell 2000
High

Fundamental Events

22 Sep 2026
10:00 WIB
Jakarta Time, Indonesia
Sesi Diskusi bersama Gubernur Michele Bullock
Sesi Diskusi Michele Bullock, Gubernur RBA.
Affected market potential and level of impact:
AUD/USD
High
Gold (XAU/USD)
Low
US Dollar Index (DXY)
Low
23 Sep 2026
20:45 WIB
Jakarta Time, Indonesia
PMI Manufaktur AS S&P Global
indikator yang mengukur kondisi sektor manufaktur AS berdasarkan survei
Affected market potential and level of impact:
US Dollar Index (DXY)
High
USD/JPY
Medium
US-Stock Dow Jones
Medium
US-Stock Russell 2000
Medium
24 Sep 2026
08:30 WIB
Jakarta Time, Indonesia
Angkatan Kerja Australia
Data Angkatan Kerja Australia.
Affected market potential and level of impact:
AUD/USD
High
US Dollar Index (DXY)
Low
Gold (XAU/USD)
Low

Fundamental

terbaru kami