Harga Emas Melanjutkan Penurunan setelah Data Inflasi AS
Harga emas turun lebih dari 1% pada Rabu. Penurunan ini memperpanjang pelemahan selama tiga sesi berturut-turut. Data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada akhir Oktober.
Menurut laporan Reuters yang diterbitkan oleh Business Recorder, harga emas spot turun 1,6% menjadi US$4.091,06 per ons pada pukul 11.30 waktu Eastern Daylight Time, atau 15.30 GMT. Harga tersebut merupakan level terendah sejak 7 Oktober. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 1,5% menjadi US$4.112,90 per ons.
Penurunan tersebut terjadi setelah data inflasi AS memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan sentimen pasar emas. Hal ini terjadi ketika investor menilai kembali daya tarik relatif aset yang tidak memberikan bunga, termasuk emas.
Dolar yang Menguat dan Imbal Hasil Treasury Menambah Tekanan
Indeks dolar AS naik 0,7% setelah laporan inflasi memperkuat ekspektasi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, kenaikan nilai dolar dapat menambah tekanan terhadap permintaan emas dari pembeli internasional.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga meningkat, menambah tekanan terhadap logam mulia tersebut. Dengan demikian, harga emas bergerak turun di tengah kombinasi penguatan dolar AS dan peningkatan ekspektasi suku bunga di pasar. Pergerakan kedua indikator ini menjadi bagian dari kondisi pasar yang memengaruhi sentimen investor terhadap emas.
David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, mengatakan data inflasi tersebut mengindikasikan bahwa Federal Reserve lebih mungkin menaikkan suku bunga. Penilaiannya merujuk pada inflasi harga konsumen yang masih berada di atas target bank sentral.
Laporan tersebut mencatat penurunan emas selama tiga sesi berturut-turut setelah data inflasi yang lebih kuat dirilis. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana data ekonomi dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan pergerakan harga emas. Namun, angka harga yang disebutkan merupakan data selama sesi perdagangan Rabu. Angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai harga penutupan Kamis, 15 Oktober.









