Master Trader 168

Ekonomi

WTO Memperingatkan Perang di Timur Tengah dan Ketegangan Geopolitik Dapat Mengubah Perdagangan Global Secara Permanen

WTO Menilai Konflik Geopolitik Dapat Berdampak Panjang pada Perdagangan

Perang di Ukraina dan Timur Tengah diperkirakan memberikan dampak jangka panjang terhadap arus perdagangan global ketika perusahaan berupaya melindungi diri dari gangguan di masa depan. Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala, menyampaikan hal tersebut kepada Reuters pada Kamis.

Okonjo-Iweala mengatakan perdagangan di Timur Tengah mengalami kontraksi tajam akibat perang yang melibatkan Iran, meskipun perusahaan dan pemerintah telah berupaya mencari cara alternatif untuk mengirimkan barang. Ia memperingatkan bahwa pemulihan dapat memerlukan waktu dan sebagian perubahan pola perdagangan mungkin bertahan secara permanen.

Pernyataan tersebut menyoroti hubungan yang semakin erat antara risiko geopolitik dan keputusan perusahaan mengenai lokasi pengadaan produk, cara mengangkut barang, serta jalur distribusi yang digunakan. Kepala WTO itu mengatakan gangguan yang berulang telah mendorong perusahaan melakukan diversifikasi dan menyiapkan langkah untuk menghadapi guncangan berikutnya.

Perdagangan Timur Tengah Menghadapi Pemulihan yang Sulit

Menurut Okonjo-Iweala, WTO memperkirakan ekspor Timur Tengah turun 17% pada tahun ini, sedangkan impor diperkirakan berkurang sekitar 15%.

Kontraksi perdagangan tersebut terjadi meskipun berbagai pengaturan alternatif telah digunakan untuk menjaga pengiriman barang selama konflik. Kepala WTO mengatakan perdagangan kawasan itu akan membutuhkan waktu untuk pulih, bahkan setelah konflik berakhir.

Sejumlah pakar sektor swasta memperkirakan perdagangan akan kembali meningkat setelah perang berakhir dan Selat Hormuz dibuka kembali. Jalur perairan tersebut menawarkan rute yang lebih murah untuk pengiriman barang, tetapi gangguan yang berulang telah mendorong perusahaan mencari alternatif.

Perusahaan Berpotensi Mempertahankan Jalur Perdagangan Alternatif

Okonjo-Iweala mengatakan sebagian jalur alternatif yang digunakan selama konflik kemungkinan tetap dipakai setelah situasi membaik. Perusahaan sedang menilai kembali cara pengiriman barang untuk mengurangi paparan terhadap gangguan di masa mendatang.

Dampak ketegangan geopolitik dengan demikian dapat melampaui penurunan ekspor dan impor dalam jangka pendek. Perubahan jalur transportasi dan pengaturan rantai pasok dapat bertahan setelah gangguan awal berakhir.

Peringatan WTO berfokus pada kemungkinan perusahaan mempertahankan sebagian perubahan tersebut sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang. Laporan itu tidak menyatakan bahwa seluruh jalur perdagangan akan berubah secara permanen, tetapi mencatat bahwa beberapa penyesuaian selama konflik dapat terus digunakan.

Sumber :

Berita

terbaru kami