Screening saham di TradingView adalah proses menyaring ribuan emiten secara otomatis menggunakan indikator fundamental dan teknikal untuk menemukan saham terbaik yang paling potensial untuk trading atau investasi. Fitur Stock Screener (Penyaring Saham) TradingView memungkinkan Anda menyortir saham berdasarkan wilayah (seperti Bursa Efek Indonesia), kapitalisasi pasar, volume harian, hingga rasio keuangan tertentu dalam hitungan detik.
Cara cepat screening saham di TradingView adalah dengan membuka menu Penyaring Saham (Screener), menentukan wilayah pasar Indonesia (IDX), lalu menggunakan tombol Filter (+) untuk memasukkan kriteria spesifik seperti volume di atas rata-rata atau tren bullish berbasis Moving Average. Hasil penyaringan berupa daftar emiten yang lolos kriteria ini dapat langsung disimpan ke dalam watchlist untuk dianalisis lebih lanjut pada grafik.
3 Alasan Utama Pemula Wajib Menggunakan TradingView Screener
-
Efisiensi Waktu: Anda tidak perlu mengecek laporan keuangan atau grafik 900+ saham di BEI satu per satu.
-
Akurasi Data Aktual: TradingView menggunakan pembaruan data terkini langsung dari bursa utama untuk memastikan validitas volume dan harga.
-
Kombinasi Analisis yang Fleksibel: Anda bisa menggabungkan filter kesehatan keuangan perusahaan (Fundamental) sekaligus momentum pergerakan harga (Teknikal) di satu tempat.
.

Cara Screening Saham di TradingView untuk Pemula
Berikut adalah panduan praktis berbasis pembaruan fitur antarmuka TradingView terbaru yang sangat ramah untuk pemula:
1. Mengakses Fitur Stock Screener
Buka situs resmi atau aplikasi TradingView, kemudian arahkan kursor ke menu bagian bawah layar atau pilih menu Products lalu klik Screeners (Penyaring) dan pilih Stocks (Saham).
2. Mengatur Wilayah Pasar (Market) ke Indonesia
Pastikan Anda menyaring saham yang tepat. Klik ikon bendera atau nama pasar di pojok kanan atas panel penyaring, lalu ketik dan pilih Indonesia (IDX) agar emiten yang muncul hanya saham-saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia.
3. Menerapkan Filter Parameter Utama
Klik tombol “+” (Tambahkan Filter) atau gunakan pintasan Shift + F untuk memunculkan jendela indikator. Untuk pemula yang mencari saham likuid dan berpotensi naik, masukkan parameter standar berikut:
-
Market Capitalization (Kapitalisasi Pasar): Atur ke skala menengah hingga besar (Mid to Large Cap) untuk menghindari saham gorengan yang terlalu volatil.
-
Volume: Pilih volume harian di atas 1 Juta lembar atau di atas rata-rata 90 hari untuk memastikan saham tersebut aktif diperdagangkan.
-
Technical (Moving Average): Tambahkan filter di mana Price berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 atau SMA 50 sebagai penanda saham sedang dalam tren naik (uptrend).
4. Menyimpan Hasil Penyaringan (Watchlist)
Setelah daftar saham menyusut menjadi beberapa emiten pilihan, klik ikon menu di sebelah nama saringan Anda dan pilih Simpan Saringan Sebagai… agar Anda tidak perlu mengatur ulang filter dari awal di kemudian hari.
Catatan Kredibilitas & Manajemen Risiko : Hasil dari pemindaian menggunakan stock screener adalah langkah awal berupa daftar kandidat potensial (watchlist). Artikel ini disusun murni sebagai panduan edukasi teknologi finansial berbasis data riil pasar. Sebelum melakukan transaksi beli atau jual, Anda wajib melakukan analisis teknikal lanjutan secara mandiri (Do Your Own Research) serta menerapkan batasan Stop Loss demi menjaga keamanan modal Anda.
Baca juga :
