Emas Pulih dari Level Terendah Dua Bulan
Harga emas pulih pada Kamis setelah sebelumnya turun ke level terendah dalam dua bulan. Dolar AS melemah dari level tertinggi 18 bulan.
Harga spot emas naik 0,5% menjadi $4.132,66 per ounce pada 0140 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,4% menjadi $4.157,60.
Pemulihan tersebut terjadi setelah harga emas menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada sesi sebelumnya. Dolar yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil Treasury AS sebelumnya memberikan tekanan terhadap emas. Kondisi tersebut membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Kebijakan The Fed tetap menjadi perhatian
Investor terus memperhatikan arah suku bunga Federal Reserve.
Risalah pertemuan The Fed bulan September menunjukkan bahwa para pejabat berbeda pendapat mengenai alasan kenaikan suku bunga sebelumnya. Sebagian melihat kenaikan tersebut diperlukan untuk menahan dampak guncangan harga energi dan tekanan harga lainnya. Sementara itu, kelompok yang lebih hawkish menilai kenaikan diperlukan untuk mencegah inflasi yang didorong permintaan menjadi semakin persisten.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober hanya sekitar 18%. Sementara itu, peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 80%.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena bullion tidak menghasilkan pendapatan bunga.
Level $4.275 menjadi perhatian
Chris Weston, kepala riset Pepperstone, mengatakan prospek investasi emas dalam jangka pendek masih menghadapi tantangan. Menurutnya, harga perlu menembus $4.275 untuk memberikan sinyal yang lebih positif dalam jangka pendek.
Emas dapat bergerak berbeda jika investor mulai melihat kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang sebagai cerminan risiko kredit dan fiskal pemerintah. Kondisi tersebut bukan semata-mata sebagai tanda pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Kondisi ekonomi global juga menjadi perhatian. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa harga energi yang terus tinggi, utang publik yang mencapai rekor, dan risiko dari ledakan investasi AI dapat mengancam ekonomi global.
Logam mulia lainnya juga menguat. Perak naik 0,4% menjadi $60,36 per ounce, platinum naik 1,8% menjadi $1.660,05, sedangkan palladium naik 1,6% menjadi $1.142.









