Master Trader 168

Forex

Dolar AS Mundur dari Level Tertinggi 18 Bulan setelah Risalah FOMC

Dolar Bertahan Dekat Level Tertinggi 18 Bulan

Dolar AS bertahan dekat level tertinggi dalam 18 bulan pada Kamis setelah risalah pertemuan Federal Reserve terbaru menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan masih melihat inflasi sebagai risiko utama terhadap prospek ekonomi.

Indeks dolar berada di sekitar 102,23 setelah naik 0,3% pada Rabu. Indeks tersebut masih berada dekat level tertinggi sejak April 2025.

Federal Reserve secara bulat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 15–16 September, tetapi risalah menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai alasan kenaikan tersebut.

Pejabat The Fed masih khawatir terhadap inflasi

Sebagian pejabat menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk membatasi dampak guncangan harga energi dan ekspektasi inflasi. Pejabat lainnya melihat kenaikan tersebut sebagai langkah awal untuk menghadapi inflasi yang didorong oleh permintaan.

Sebagian besar pejabat masih menganggap pengetatan tambahan layak dilakukan, sementara hampir seluruh peserta melihat risiko inflasi lebih condong ke arah kenaikan.

Meski nada risalah cenderung hawkish, pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober.

Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan 25 basis poin pada Oktober hanya sekitar 19%.

Yen dan mata uang utama lainnya

Dolar melemah 0,2% terhadap yen menjadi 157,815 yen.

Yen mendapatkan sedikit dukungan setelah Jepang melaporkan surplus transaksi berjalan Agustus sebesar 4,062 triliun yen, lebih tinggi daripada perkiraan median ekonom sebesar 3,19 triliun yen.

Euro bergerak datar di sekitar $1,1201, sementara pound Inggris juga stabil di sekitar $1,3215.

Dolar Australia dan dolar Selandia Baru juga relatif tidak berubah.

Bagi trader valuta asing, risalah The Fed memperkuat pentingnya inflasi dan ekspektasi suku bunga. Dolar masih didukung imbal hasil AS yang tinggi, sementara kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut terus membatasi tekanan terhadap greenback.

Sumber :

Berita

terbaru kami