Master Trader 168

Forex

Dolar Bertahan Dekat Level Tertinggi 18 Bulan saat Risiko Geopolitik Meningkat

Dolar tetap kuat pada perdagangan Asia

Dolar AS bertahan dekat level tertinggi dalam 18 bulan pada awal perdagangan Asia, Selasa. Serangan baru terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah dan Ukraina meningkatkan permintaan terhadap mata uang defensif.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama, berada di 102,56. Indeks tersebut naik 0,3% pada Senin.

Chris Weston, kepala riset Pepperstone Group, mengatakan suku bunga relatif yang lebih tinggi, pertumbuhan AS yang lebih kuat, dan permintaan defensif mendukung dolar.

Harga energi dan imbal hasil obligasi menopang dolar

Kenaikan biaya energi dan imbal hasil Treasury AS membantu dolar mengungguli sejumlah mata uang utama.

Euro stabil pada US$1,1159, sedangkan pound Inggris diperdagangkan pada US$1,3209. Euro masih menghadapi tekanan akibat gejolak pasar obligasi Prancis yang memperlebar selisih imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dan Jerman.

Dolar melemah 0,1% terhadap yen menjadi 158,435 yen. Harga grosir Jepang naik 6,8% secara tahunan hingga September, lebih rendah daripada perkiraan pasar sebesar 7,6%.

Mata uang lainnya bergerak beragam

Yuan China di pasar luar negeri diperdagangkan pada 6,6950 per dolar, dekat level terkuatnya dalam empat tahun.

Dolar Australia turun 0,1% menjadi US$0,6956. Risalah rapat September Reserve Bank of Australia menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan secara bulat mendukung kenaikan suku bunga keempat tahun ini. Bank tersebut menyatakan inflasi dapat bertahan lebih lama daripada perkiraan.

Dolar Selandia Baru turun 0,1% menjadi US$0,5582, mendekati level terendah dalam 18 bulan.

Bitcoin turun 2% menjadi US$81.365,56, sedangkan ether melemah 3,8% menjadi US$2.422,06. Kontrak berjangka Brent turun 0,9% menjadi US$105,74 per barel dan menghapus sebagian kenaikan pada sesi sebelumnya.

Sumber :

Berita

terbaru kami