Master Trader 168

Geopilitik

Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik, Menambah Rangkaian Uji Senjata

Militer Korea Selatan Melaporkan Peluncuran Beberapa Rudal

Korea Utara meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah perairan di lepas pantai timurnya pada 12 Oktober, menurut militer Korea Selatan. Peluncuran tersebut menambah rangkaian demonstrasi senjata yang meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea ketika hubungan diplomatik masih mengalami kebuntuan.

Jang Do-young, juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, mengatakan rudal yang diluncurkan memiliki jenis berbeda dan berasal dari wilayah sekitar Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Salah satu rudal terbang lebih dari 900 kilometer sebelum jatuh ke laut. Korea Selatan tidak memberikan jumlah lengkap ataupun rincian lintasan untuk seluruh proyektil yang terdeteksi.

Kementerian Pertahanan Jepang secara terpisah mendeteksi setidaknya dua rudal. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa rudal tersebut jatuh di perairan di luar zona ekonomi eksklusif Jepang. Kantor perdana menteri juga melaporkan tidak ada kerusakan. Informasi ini memberikan gambaran awal mengenai peluncuran, tetapi karakteristik lengkap rudal masih dianalisis.

Pengembangan Senjata dan Keamanan Kawasan

Peluncuran tersebut berlangsung ketika Korea Utara terus berupaya memperluas sistem persenjataan yang mampu membawa hulu ledak nuklir. AP melaporkan bahwa negara itu telah menguji apa yang disebutnya sebagai rudal hipersonik jarak menengah pada 3 Oktober. Korea Utara menyatakan bahwa pengembangan senjata semacam itu merupakan bagian dari upaya membangun sistem yang dapat menghadapi pertahanan rudal Korea Selatan dan Jepang.

Aktivitas terbaru tersebut juga terjadi beberapa hari setelah Korea Selatan melakukan uji terbang senjata hipersonik buatan dalam negeri pada Jumat sebelumnya. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyebut program itu penting untuk memperkuat pertahanan konvensional negaranya. Juru bicara militer Korea Selatan mengatakan peluncuran Korea Utara kemungkinan bertujuan memajukan teknologi rudalnya sendiri dan mungkin menjadi respons terhadap pengujian Korea Selatan. Namun, pejabat belum memastikan apakah peluncuran terbaru juga mencakup pengujian teknologi hipersonik.

North Korean Missile rudal korea utara

Jalur Diplomasi Masih Terhambat

Kantor keamanan nasional kepresidenan Korea Selatan mendesak Pyongyang menghentikan peluncuran rudal balistik berulang kali. Seoul menyatakan tindakan tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sementara itu, Korea Utara menolak upaya Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk memulai kembali perundingan yang telah lama terhenti.

Hubungan kedua Korea juga memburuk setelah ledakan ranjau darat di dekat perbatasan bulan sebelumnya melukai tiga tentara Korea Selatan. Militer Korea Selatan dan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dipimpin AS mengaitkan ledakan itu dengan ranjau yang ditanam Korea Utara, tetapi Pyongyang menyangkal tanggung jawabnya.

Peluncuran rudal tersebut berlangsung dalam situasi yang ditandai persaingan militer, kecurigaan timbal balik, dan minimnya komunikasi diplomatik. Peluncuran ini tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa konflik baru akan segera terjadi. Namun, peristiwa tersebut memperlihatkan sulitnya meredakan ketegangan ketika kedua pihak terus mengembangkan atau menguji senjata dan belum menemukan titik temu mengenai syarat dimulainya kembali perundingan.

Sumber :

Berita

terbaru kami