Saham Asia melemah seiring kenaikan harga minyak
Pasar saham Asia turun pada Selasa ketika investor menilai valuasi saham teknologi, ketegangan geopolitik, dan musim laporan keuangan perusahaan.
Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang melemah 2%. KOSPI Korea Selatan anjlok 6%, sedangkan Nikkei Jepang turun 2,6%.
Harga minyak naik ke sekitar US$105,90 per barel. Kekhawatiran baru mengenai ketidakstabilan di Timur Tengah dan ketidakpastian gencatan senjata energi Rusia-Ukraina menambah tekanan pasar.
Saham teknologi AS menghadapi tekanan tambahan
Di Wall Street, Nasdaq turun 0,5%. Saham produsen chip tertekan ketika persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China semakin intensif.
Investor juga bersikap hati-hati menjelang laporan keuangan bank besar AS, termasuk JPMorgan dan Goldman Sachs. Hasil tersebut diperkirakan memberikan gambaran tentang dampak kenaikan imbal hasil Treasury dan ketahanan ekonomi AS.
Imbal hasil obligasi dan inflasi tetap menjadi perhatian
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di 5,214%. Angka tersebut mendekati level tertinggi dalam 24 tahun yang tercatat pada pekan sebelumnya.
Harga minyak yang lebih tinggi dapat menambah risiko inflasi. Kondisi tersebut berpotensi menekan imbal hasil obligasi dan saham pertumbuhan yang memiliki valuasi tinggi.
Investor sedang menilai apakah laba perusahaan mampu menopang valuasi pasar di tengah biaya pendanaan yang meningkat dan ketidakpastian geopolitik.









