Master Trader 168

Pasar

Saham Asia bergerak hati-hati menjelang laporan laba, sementara harga minyak turun

Pasar Asia mengawali pekan dengan hati-hati

Saham Asia dibuka dengan hati-hati pada Senin ketika investor bersiap menghadapi musim laporan keuangan perusahaan. Kekhawatiran mengenai valuasi saham teknologi, biaya pinjaman, dan perkembangan geopolitik memengaruhi sentimen pasar.

Saham Korea Selatan turun 1,1%. Indeks MSCI yang mencakup saham Asia-Pasifik di luar Jepang relatif tidak berubah. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2%, sementara Nasdaq menguat 0,5%. Di Eropa, kontrak berjangka EURO STOXX 50 dan DAX masing-masing naik 0,4%, sedangkan FTSE menguat 0,3%.

Aktivitas perdagangan terbatas karena pasar Jepang tutup untuk hari libur. Amerika Serikat juga menjalani hari libur sebagian.

Laba perusahaan teknologi menjadi perhatian

Bank-bank besar AS dijadwalkan mulai merilis laporan keuangan pada Selasa. Berdasarkan estimasi LSEG IBES yang dikutip Reuters, laba perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan meningkat lebih dari 30% pada kuartal ketiga. Sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari perusahaan teknologi.

My Bui, ekonom di AMP, mencatat bahwa seluruh kenaikan S&P 500 sejak pertengahan September berasal dari saham teknologi. Investor juga meminta imbal hasil lebih tinggi untuk membiayai investasi besar di bidang kecerdasan buatan.

Indeks credit default swap perusahaan berperingkat investasi di AS naik ke level tertinggi sejak perang Iran dimulai. Pelebaran spread menunjukkan meningkatnya kekhawatiran mengenai utang korporasi dan kemampuan pendapatan dari AI untuk mengimbangi biaya investasi.

Markets in Asia

Inflasi dan biaya pinjaman menambah tekanan

Penerbitan utang korporasi menambah tekanan di pasar obligasi. Imbal hasil Treasury AS mencapai level tertinggi dalam 24 tahun pada pekan sebelumnya, sehingga meningkatkan tingkat diskonto untuk laba perusahaan pada masa depan.

Investor bersiap menghadapi data harga konsumen, harga produsen, dan penjualan ritel AS yang akan dirilis pada pekan ini. Reuters melaporkan inflasi konsumen utama diperkirakan naik 0,6% secara bulanan, sehingga tingkat tahunan mencapai 3,7%. Inflasi inti diperkirakan naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.

Laporan tersebut menyebut pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 18% pada Oktober dan 85% pada Desember. Ekspektasi tersebut, bersama prospek laba dan biaya pinjaman, tetap menjadi faktor utama sentimen pasar.

Sumber :

Berita

terbaru kami