Master Trader 168

Pasar

Saham Asia Melemah, Pasar Obligasi Tertekan Gelombang Utang AI

Saham Asia Melemah akibat Utang AI

Saham Asia bergerak melemah pada Kamis. Tekanan di pasar obligasi global meningkat dan perusahaan teknologi besar mencari pendanaan miliaran dolar untuk membiayai investasi kecerdasan buatan.

Nikkei Jepang turun 0,9%, sementara saham Korea Selatan melemah 0,6%. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,1%.

Pergerakan tersebut terjadi setelah harga minyak kembali naik. Kekhawatiran terhadap inflasi, defisit pemerintah, serta biaya pinjaman tetap tinggi.

Investasi AI mulai bergeser ke pembiayaan utang

Laporan mengenai rencana perusahaan teknologi besar untuk mengumpulkan dana dalam jumlah besar menambah kekhawatiran investor.

Broadcom dilaporkan mencari sekitar $50 miliar dalam pembiayaan. Sementara itu, SpaceX berencana menerbitkan obligasi investment-grade senilai $30 miliar. SpaceX juga berencana memperoleh pinjaman tambahan $10 miliar untuk membeli chip AI dari Nvidia.

Meningkatnya penggunaan utang untuk membiayai infrastruktur AI memunculkan pertanyaan mengenai risiko kredit. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan yang cukup dari investasi tersebut.

Asuransi gagal bayar kredit atau credit default insurance untuk SpaceX naik ke level tertinggi. Sementara itu, saham dan obligasinya mengalami tekanan.

Imbal hasil obligasi tetap tinggi

Lonjakan utang perusahaan terjadi ketika pasar obligasi pemerintah juga menghadapi tekanan. Kondisi tersebut dipicu oleh kekhawatiran inflasi, defisit anggaran dan suku bunga yang lebih tinggi.

Risalah pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat memperkirakan kenaikan suku bunga lain masih mungkin terjadi sebelum akhir tahun. Pasar saat ini hanya memperkirakan peluang sekitar 19% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober. Sementara itu, peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 80%.

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun berada di sekitar 5,298%, dekat level tertinggi dalam 24 tahun. Imbal hasil dua tahun berada di sekitar 4,78%.

Pasar obligasi Eropa juga menghadapi tekanan, terutama Prancis. Kekhawatiran mengenai kondisi fiskal negara tersebut mulai menyebar ke Italia dan Yunani.

Kombinasi biaya pinjaman yang lebih tinggi, kenaikan utang perusahaan dan besarnya kebutuhan investasi AI membuat investor tetap berhati-hati. Hal ini terjadi meskipun saham teknologi masih mendapat dukungan dari ekspektasi laba yang kuat.

Sumber :

Berita

terbaru kami