Master Trader 168

Trading

Harga Minyak Naik karena Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah Berlanjut di Tengah Serangan terhadap Kapal

Harga Minyak Naik akibat Risiko Pasokan

Harga minyak bergerak naik pada Kamis ketika trader terus menilai risiko terhadap pasokan energi dari Timur Tengah. Kondisi tersebut terjadi setelah meningkatnya serangan terhadap kapal dan ketegangan di kawasan tersebut.

Brent diperdagangkan di atas $101 per barel, sedangkan minyak AS berada di sekitar $89 per barel.

Kenaikan tersebut terjadi meskipun ekspor minyak mentah dari Timur Tengah telah kembali mendekati tingkat sebelum konflik. Trader tetap khawatir pemulihan tersebut tidak akan bertahan apabila serangan terhadap kapal dan infrastruktur energi terus meningkat.

Risiko pelayaran menjadi perhatian utama

Keamanan jalur pelayaran menjadi semakin penting bagi trader minyak. Minyak mentah dan produk olahan dari Timur Tengah sangat bergantung pada transportasi laut.

Serangan terbaru meningkatkan premi risiko pada harga minyak. Bahkan ketika produksi minyak fisik tetap relatif stabil, kenaikan biaya pengiriman dan kemungkinan gangguan baru dapat meningkatkan biaya pengiriman minyak kepada pembeli internasional.

Kondisi di sekitar Selat Hormuz menjadi perhatian khusus. Jalur tersebut merupakan salah satu jalur transportasi energi paling penting di dunia.

Teluk Meksiko menambah risiko pasokan

Timur Tengah bukan satu-satunya sumber ketidakpastian bagi pasar minyak.

Badai Tropis Isaias bergerak menuju Teluk Meksiko dan mendorong perusahaan minyak besar mengurangi aktivitas lepas pantai. Shell mengevakuasi personel dan menghentikan produksi di sejumlah aset. Sementara itu, Chevron mulai melakukan prosedur penghentian produksi di empat fasilitas.

National Hurricane Center memperkirakan badai tersebut akan menguat menjadi hurricane sebelum mencapai wilayah selatan AS.

Kombinasi risiko pelayaran di Timur Tengah dan gangguan cuaca di Amerika Serikat membuat trader menghadapi ketidakpastian pasokan dari beberapa arah sekaligus.

Pasar minyak kini menimbang pemulihan ekspor Timur Tengah terhadap kemungkinan gangguan baru. Gangguan tersebut dapat terjadi akibat konflik geopolitik, serangan terhadap kapal, dan cuaca ekstrem.

Sumber :

Berita

terbaru kami