Utang Prancis Tekan Mata Uang Euro
Mata uang euro anjlok ke level terendahnya dalam 17 bulan pada hari Senin. Kekhawatiran atas kondisi fiskal Prancis serta ketidakpastian politik di negara tersebut mendorong investor menjauhi aset-aset Prancis.
Mata uang tunggal ini sempat merosot hingga 0,8% ke posisi $1,1160 sebelum akhirnya sedikit membaik. Euro kini telah melemah selama empat pekan berturut-turut dan terkoreksi sekitar 2,5% sepanjang bulan September.
Pasar Obligasi Prancis Berada dalam Tekanan
Investor makin cemas terhadap lonjakan utang Prancis dan kebuntuan politik jelang pemilihan presiden tahun depan.
Premi yang diminta investor untuk memegang obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun dibanding obligasi Jerman (Bunds) melonjak di atas 150 basis poin pada hari Jumat. Hal ini memicu kekhawatiran akan potensi tekanan yang lebih luas di seluruh pasar Eropa.
Imbal hasil (yield) obligasi Prancis tenor 10 tahun (OAT) naik lagi 6 basis poin pada hari Senin menjadi 4,9196%, sementara imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun justru turun sekitar 1 basis poin ke level 3,4466%.
Dolar AS Menguat saat Euro Melemah
Pelemahan euro memberikan dorongan tambahan bagi dolar AS. Indeks dolar naik 0,3% ke level 102,194, sementara mata uang pound sterling tergelincir sekitar 0,1% ke posisi $1,3233.
Di saat yang sama, investor secara signifikan memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Oktober menyusul rilis data tenaga kerja AS yang lebih lemah.
Pasar kini hanya memperhitungkan peluang sebesar 18% untuk kenaikan suku bunga Fed pada Oktober, turun drastis dari 64% pada pekan sebelumnya.



