Gold Tertekan Menjelang Risalah The Fed
Harga gold turun pada 7 Oktober 2026 ketika dolar AS menguat dan investor berhati-hati menjelang publikasi risalah rapat Federal Reserve bulan September.
Spot gold turun 0,8% menjadi US$4.130,37 per ounce, sementara futures gold AS turun 0,7% menjadi US$4.157. Indeks dolar AS naik 0,3%.
Dolar dan Suku Bunga Menjadi Tekanan Utama
Hubungan antara gold, dolar AS dan suku bunga tetap menjadi faktor utama pergerakan harga emas.
Gold tidak menghasilkan pendapatan bunga sehingga kenaikan suku bunga dapat meningkatkan opportunity cost memegang emas. Ketika Treasury yields naik, investor dapat memperoleh imbal hasil lebih tinggi dari aset berbunga.
Dolar yang menguat juga memberikan tekanan karena gold diperdagangkan dalam denominasi dolar. Penguatan greenback membuat emas lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Risalah The Fed Menjadi Katalis Terdekat
Investor menunggu risalah The Fed untuk mengetahui bagaimana para pembuat kebijakan melihat inflasi dan arah suku bunga berikutnya.
Pasar telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober setelah data ekonomi dan tenaga kerja lebih lemah. Namun, peluang kenaikan berikutnya pada akhir tahun masih diperhitungkan.
Jika The Fed terdengar lebih dovish, yield dan dolar dapat turun sehingga mendukung gold. Sebaliknya, nada hawkish dapat mendorong yield dan dolar naik sehingga menekan gold.
Pembelian Bank Sentral Tetap Menjadi Penopang
Di luar faktor jangka pendek, permintaan bank sentral tetap memberikan dukungan struktural.
Reuters melaporkan bahwa bank sentral China melanjutkan pembelian gold selama 23 bulan berturut-turut.
Hal tersebut menunjukkan bahwa permintaan resmi masih kuat meskipun trader jangka pendek tetap bereaksi terhadap suku bunga dan dolar.



