The Fed Masih Melihat Kenaikan Suku Bunga
Federal Reserve tetap menjadi salah satu faktor utama pergerakan dolar pada 8 Oktober setelah Gubernur Christopher Waller mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%.
Namun, Waller menekankan bahwa waktu kenaikan tersebut fleksibel dan tidak harus dilakukan pada setiap pertemuan berturut-turut. Reuters
Kenaikan Oktober Masih Kemungkinan Ditunda
Pasar saat ini memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober.
Fed funds futures menunjukkan peluang sekitar 80% bahwa tidak ada kenaikan pada Oktober, sementara kenaikan Desember jauh lebih banyak diperhitungkan.
Dengan demikian, pasar tidak membaca komentar Waller sebagai sinyal kenaikan langsung pada Oktober.
Fokusnya adalah kemungkinan pause pada Oktober kemudian kenaikan pada Desember.
Inflasi Masih Menjadi Masalah
Waller menyoroti beberapa faktor yang mendukung suku bunga lebih tinggi.
Inflasi masih lebih dari satu percentage point di atas target 2%.
Shock energi akibat konflik Iran juga mempertahankan risiko inflasi.
Selain itu, investasi artificial intelligence meningkatkan permintaan terhadap berbagai barang dan jasa.
Dampak untuk Jumat
Jika pasar terus menganggap komentar Waller sebagai sinyal bahwa The Fed masih siap menaikkan suku bunga, dolar berpotensi tetap kuat pada Jumat.
Kondisi tersebut dapat menekan Gold dan EUR/USD serta mendukung USD/JPY.
Untuk saham AS, dampaknya lebih kompleks karena pause Oktober mendukung saham, tetapi peluang kenaikan Desember berarti financial conditions tetap ketat.



