Master Trader 168

Emas

Harga Emas Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Harga emas menguat tipis pada Kamis, didukung oleh pelemahan Dolar AS, sementara pelaku pasar menantikan data inflasi utama Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.412,84 per ons pada pukul 02:34 GMT.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,1% menjadi US$4.457,10.

“Untuk saat ini, perkembangan geopolitik di kawasan Teluk Persia memiliki pengaruh sekunder terhadap emas. Emas justru memanfaatkan pelemahan Dolar AS, yang secara khusus tidak menguat meskipun suku bunga AS bergerak lebih tinggi,” ujar Edward Meir, analis di Marex.

Dolar AS masih bergerak lemah, sehingga membuat logam mulia yang dihargai dalam Dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat akan dirilis pada pukul 12:30 GMT, sementara data inflasi konsumen dijadwalkan dirilis pada Jumat.

Menurut mayoritas ekonom yang disurvei Reuters, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September dan hingga akhir tahun ini, kembali berlawanan dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan serangkaian kenaikan suku bunga.

CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar memperhitungkan peluang sebesar 60% untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan ini. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas, menjadi kurang menarik bagi investor.

“Emas tetap mendapat dukungan karena tekanan fiskal AS terus mengikis kepercayaan terhadap nilai jangka panjang surat utang pemerintah dan mata uang yang digunakan untuk membiayainya,” kata Daniel Hynes, Senior Commodities Strategist di ANZ, dalam sebuah catatan.

Bulan lalu, total utang Amerika Serikat untuk pertama kalinya melampaui US$40 triliun, memunculkan kembali peringatan mengenai potensi berkembangnya krisis fiskal.

Dari sisi geopolitik, Iran pada Rabu mengatakan bahwa pihaknya telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz setelah Amerika Serikat menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran. Peristiwa tersebut menjadi gelombang serangan terbesar terhadap pelayaran yang dilakukan oleh kedua pihak sejak perang yang telah berlangsung selama enam bulan dimulai.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 0,2% menjadi US$67,42 per ons, platinum turun 0,6% menjadi US$1.885,02, sementara palladium menguat 0,2% menjadi US$1.355,50.

Sumber :

Berita

terbaru kami