Utang Rumah Tangga Thailand Mengancam Pertumbuhan
Beban utang rumah tangga Thailand yang terus meningkat menjadi salah satu hambatan utama bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Para pejabat keuangan global bersiap menghadiri pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok.
Utang rumah tangga Thailand telah mencapai 85,2% dari PDB, salah satu rasio tertinggi di Asia. Beban tersebut mengurangi kemampuan rumah tangga untuk membelanjakan uang. Kondisi ini juga membuat konsumen serta usaha kecil semakin sulit melakukan investasi dan ekspansi.
Utang menekan prospek pertumbuhan Thailand
Bank of Thailand memperingatkan bahwa masalah utang rumah tangga merupakan salah satu tantangan struktural utama bagi ekonomi Thailand. Pertumbuhan ekonomi negara tersebut diperkirakan hanya mencapai 2,3% tahun ini. Sementara itu, bank sentral memperkirakan pertumbuhan potensial sekitar 2,7%.
Masalah utang tidak hanya berasal dari pinjaman bank tradisional. Pertumbuhan kredit digital dan layanan buy now, pay later juga meningkatkan jumlah pinjaman. Jumlah akun buy now, pay later meningkat dari 620.000 pada 2021 menjadi 6,3 juta pada tahun lalu. Nilai pinjamannya juga meningkat dari 6,8 miliar baht menjadi 40,7 miliar baht.
Menurut mantan kepala National Credit Bureau, hanya sekitar 5 juta dari 27 juta peminjam Thailand yang dinilai cukup sehat secara finansial untuk memperoleh tambahan kredit.
IMF soroti risiko struktural
IMF sebelumnya memperingatkan bahwa utang rumah tangga yang tinggi dapat membatasi pendapatan yang tersedia untuk konsumsi. Utang tersebut juga dapat mengurangi sumber daya yang dapat digunakan untuk investasi pada sumber daya manusia.
Pemerintah Thailand berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menarik investasi asing ke sektor-sektor seperti semikonduktor. Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan PDB 3% dalam tiga tahun.
Namun, besarnya utang rumah tangga tetap menjadi kendala. Kenaikan biaya hidup, harga energi dan guncangan ekonomi global membuat rumah tangga yang memiliki utang besar semakin sulit mengurangi kewajibannya.
Masalah tersebut diperkirakan menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bangkok. Pertemuan tersebut akan membahas pertumbuhan ekonomi, utang, AI dan berbagai tantangan ekonomi global.









