Master Trader 168

Trading

Masalah Baru Minyak Bukan Soal Pasokan, Melainkan Logistik

Minyak Tetap di Atas $100 Seiring Berlanjutnya Gangguan Logistik

Harga minyak tetap berada dalam tekanan pada hari Senin. Ekspor minyak mentah dari Timur Tengah meningkat. Negara-negara anggota G7 juga bersiap melepas cadangan darurat minyak dan diesel.

Tambahan pasokan ini membantu meredakan kekhawatiran jangka pendek terkait kelangkaan. Namun, pasar minyak global masih terganggu parah. Konflik yang terus berlanjut dan hambatan transportasi menjadi penyebab utamanya.

Minyak mentah jenis Brent berada di kisaran $101,59 per barel pada awal perdagangan. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) AS berada di sekitar $90,12.

Penurunan harga terjadi setelah negara-negara G7 sepakat melepas 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat. Mereka juga berjanji tidak akan membatasi ekspor energi.

Ekspor Timur Tengah Mulai Pulih

Data pelayaran menunjukkan pemulihan ekspor minyak mentah Timur Tengah. Ekspor bahkan melampaui level sebelum perang pada empat dari tujuh hari di pekan terakhir September.

Makin banyak produsen di kawasan Teluk kembali mengirim minyak melalui Selat Hormuz. Langkah ini memungkinkan volume minyak mentah yang lebih besar mencapai pasar internasional.

Namun, pemulihan aliran minyak belum membuat kondisi pasar kembali normal. Harga minyak masih bertahan di atas $100 per barel.

Biaya pengiriman minyak mentah juga meningkat tajam. Tingkat kesulitan dalam mengangkut minyak turut mengalami kenaikan.

Rata-rata aliran minyak melalui Selat Hormuz mencapai sekitar 14,2 juta barel per hari pada 26 September. Angka tersebut berdasarkan rata-rata tujuh hari dan setara dengan sekitar 80% dari level sebelum perang.

Para analis memperkirakan angka tersebut nantinya bisa direvisi lebih tinggi. Beberapa kapal mematikan sistem pelacak satelit saat melintasi jalur perairan tersebut.

Logistik Menjadi Masalah Utama Pasar

Pasar kini makin berhadapan dengan masalah logistik. Persoalannya bukan sekadar kelangkaan minyak mentah.

Ketersediaan kapal tanker turut memengaruhi pasar. Begitu pula biaya asuransi dan perubahan rute pelayaran.

Risiko yang dihadapi kapal saat melintasi kawasan tersebut juga meningkat. Semua faktor ini memengaruhi biaya akhir pengiriman minyak.

Di saat yang sama, Arab Saudi secara mengejutkan memotong harga minyak mentah bulan November untuk pembeli di Asia.

Serangan yang melibatkan kapal tanker dan infrastruktur regional juga terus terjadi. Kondisi tersebut menambah ketidakpastian di pasar.

Pelepasan cadangan darurat oleh G7 diharapkan memberikan pasokan tambahan. Langkah ini juga dapat mengurangi kekhawatiran jangka pendek terhadap kelangkaan fisik.

Meski begitu, biaya transportasi minyak mentah dari Timur Tengah tetap tinggi. Kondisi tersebut membuat pasar global rentan terhadap gangguan lanjutan.

Sumber :

Berita

terbaru kami