Master Trader 168

digirextch
-
09 Okt 2026

Emas Menguat Saat Pelemahan Dolar dan Yield Treasury Menopang XAU/USD

Gold (XAU/USD) US Dollar Index (DXY)

Harga emas menguat pada Jumat, 9 Oktober 2026, ketika pelemahan dolar AS dan penurunan yield Treasury meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut. Investor masih menilai dampak volatilitas pasar energi serta prospek suku bunga Federal Reserve.

Berdasarkan data dari tim analis, harga emas spot naik lebih dari 1% selama perdagangan Asia dan mencapai sekitar US$4.218 per ons. Pergerakan ini menempatkan emas di jalur kenaikan mingguan setelah volatilitas pada pasar obligasi, mata uang, dan energi.

Dolar AS yang Melemah Mendukung Harga Emas

Emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS. Karena itu, pelemahan dolar dapat membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Hubungan ini dapat mendukung permintaan ketika momentum dolar berkurang.

Dolar melemah pada Jumat setelah sebelumnya menguat, sementara pasar kembali menilai waktu dan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve berikutnya. Kombinasi tersebut menciptakan kondisi jangka pendek yang lebih mendukung XAU/USD.

Namun, pergerakan dolar bukan satu-satunya penentu harga emas. Investor juga perlu memperhatikan real yield, ekspektasi inflasi, permintaan bank sentral, dan perkembangan geopolitik.

Yield Treasury Turun Saat Pasar Menilai Ulang Kebijakan Fed

Yield Treasury AS turun untuk sesi kedua berturut-turut berdasarkan data pasar terbaru, sehingga membantu mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Pada saat yang sama, pejabat Federal Reserve masih menekankan pentingnya mengembalikan inflasi menuju target 2%. Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem mengatakan pengetatan moneter tambahan mungkin diperlukan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan, meskipun ia tidak menyebutkan apakah akan mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober.

Kondisi ini membuat emas menghadapi dua kekuatan yang berlawanan. Penurunan yield dan pelemahan dolar dapat mendukung harga, sedangkan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat membatasi potensi kenaikan emas.

Harga Energi Menjaga Risiko Inflasi dalam Perhatian

Harga minyak masih berada pada level tinggi meskipun turun dari puncak sesi sebelumnya. Kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan energi di Timur Tengah tetap memengaruhi ekspektasi inflasi dan prospek kebijakan moneter.

Kenaikan harga energi dapat menciptakan dampak yang beragam bagi emas. Kekhawatiran inflasi yang bertahan dapat meningkatkan permintaan terhadap aset penyimpan nilai, tetapi juga dapat memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas.

Karena itu, investor akan terus memantau perkembangan pasar energi dan respons kebijakan yang mungkin ditimbulkannya.

Hal yang Perlu Dipantau Selanjutnya untuk XAU/USD

Arah emas dalam jangka pendek akan bergantung pada interaksi antara dolar AS, yield Treasury, ekspektasi inflasi, dan sinyal kebijakan Federal Reserve berikutnya.

Penurunan yield yang berlanjut bersama pelemahan dolar dapat mendukung pemulihan XAU/USD. Sebaliknya, penguatan kembali dolar atau perubahan ekspektasi menuju kebijakan Fed yang lebih ketat dapat menekan harga emas.

Rebound terbaru menunjukkan membaiknya kondisi jangka pendek, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa risiko yang lebih luas terhadap emas telah hilang.

Sumber :
https://www.reuters.com/world/india/gold-rises-softer-dollar-easing-yields-fed-outlook-focus-2026-10-09/

Pasar yang Berpotensi Terdampak & Tingkat Dampak

Pasar
Level Dampak
Gold (XAU/USD)
High
US Dollar Index (DXY)
Medium

Fundamental Events

22 Sep 2026
10:00 WIB
Jakarta Time, Indonesia
Sesi Diskusi bersama Gubernur Michele Bullock
Sesi Diskusi Michele Bullock, Gubernur RBA.
Affected market potential and level of impact:
AUD/USD
High
Gold (XAU/USD)
Low
US Dollar Index (DXY)
Low
23 Sep 2026
20:45 WIB
Jakarta Time, Indonesia
PMI Manufaktur AS S&P Global
indikator yang mengukur kondisi sektor manufaktur AS berdasarkan survei
Affected market potential and level of impact:
US Dollar Index (DXY)
High
USD/JPY
Medium
US-Stock Dow Jones
Medium
US-Stock Russell 2000
Medium
24 Sep 2026
08:30 WIB
Jakarta Time, Indonesia
Angkatan Kerja Australia
Data Angkatan Kerja Australia.
Affected market potential and level of impact:
AUD/USD
High
US Dollar Index (DXY)
Low
Gold (XAU/USD)
Low

Fundamental

terbaru kami