Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak menguat pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kenaikan ini terjadi setelah aksi jual saham teknologi kembali memicu kekhawatiran mengenai prospek pendapatan perusahaan kecerdasan buatan (AI). Perkembangan terbaru terkait OpenAI mendorong investor mengevaluasi ekspansi industri AI. Investor juga menilai apakah belanja infrastruktur yang besar dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang sepadan.
Berdasarkan data dari tim analis, futures S&P 500 naik 0,4%. Sementara itu, futures Nasdaq 100 menguat 0,83%, dan futures Dow Jones bertambah 0,15%.
Angka Pendapatan OpenAI Menjadi Sorotan Investor
CNBC melaporkan bahwa pendapatan tahunan yang disetahunkan (annualized revenue) OpenAI mencapai sekitar US$50 miliar pada akhir September. Angka tersebut lebih rendah daripada kisaran US$70 miliar yang sebelumnya ramai diberitakan. Akibatnya, kekhawatiran muncul mengenai prospek keuangan perusahaan yang terkait dengan belanja infrastruktur AI.
Namun, kedua angka tersebut perlu dibedakan berdasarkan periodenya. Bloomberg kemudian melaporkan bahwa OpenAI memperkirakan pendapatan tahunan yang disetahunkan dapat mencapai atau melampaui US$70 miliar pada akhir 2026. Proyeksi ini terutama didorong oleh pertumbuhan bisnis enterprise.
Dengan demikian, angka sekitar US$50 miliar pada akhir September dan proyeksi US$70 miliar atau lebih pada akhir tahun tidak serta-merta bertentangan. Sebab, keduanya merujuk pada periode yang berbeda.
Selain itu, investor menilai perkembangan pendapatan OpenAI. Mereka juga mengamati kemampuan perusahaan memenuhi ekspektasi pertumbuhan pada bulan-bulan berikutnya.
Nasdaq 100 Lebih Sensitif terhadap Sentimen AI
Reaksi awal terlihat jelas pada saham-saham yang berkaitan dengan AI. Data tim analis mencatat penurunan lebih dari 7% pada CoreWeave. Sementara itu, Oracle, Intel, dan Super Micro Computer masing-masing turun sekitar 5%. AMD melemah hampir 4%, sedangkan Nvidia turun mendekati 3% selama perdagangan Kamis.
Nasdaq Composite turun lebih dari 1%, sementara S&P 500 melemah 0,5%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average relatif lebih tangguh dan ditutup mendekati level pembukaannya.
Perbedaan kinerja tersebut memperlihatkan sensitivitas indeks yang didominasi saham teknologi terhadap perubahan ekspektasi investasi AI. Oleh karena itu, Nasdaq 100 berpotensi lebih terpengaruh oleh perubahan sentimen terhadap perusahaan semikonduktor dan penyedia infrastruktur cloud. Hal serupa berlaku bagi perusahaan yang valuasinya sangat bergantung pada pertumbuhan masa depan.
Futures Saham AS Pulih Saat Investor Menilai Ulang Prospek AI
Kenaikan futures pada Jumat menunjukkan bahwa investor mulai mengevaluasi kembali reaksi awal terhadap laporan pendapatan OpenAI. Selain itu, laporan Bloomberg mengenai proyeksi pendapatan tahunan yang disetahunkan sebesar US$70 miliar atau lebih pada akhir tahun memberikan konteks tambahan mengenai arah pertumbuhan perusahaan.
Meski demikian, pemulihan futures belum berarti seluruh kekhawatiran telah berakhir. Investor masih perlu menilai hubungan antara belanja modal terkait AI dan pertumbuhan pendapatan. Mereka juga perlu mempertimbangkan potensi hasil investasi infrastruktur.
S&P 500 dan Dow Jones juga dapat dipengaruhi oleh ekspektasi laba perusahaan secara lebih luas. Selain itu, perubahan imbal hasil Treasury AS dapat memengaruhi pergerakan kedua indeks tersebut, bukan hanya sentimen AI.
Hal yang Perlu Dipantau Selanjutnya
Investor akan mencermati pembaruan proyeksi pendapatan OpenAI dan perkembangan perusahaan infrastruktur AI. Mereka juga akan memantau keberlanjutan belanja di sektor tersebut.
Pertanyaan utamanya adalah apakah pertumbuhan pendapatan dari AI dapat membenarkan besarnya investasi yang telah dilakukan. Jika monetisasi menunjukkan hasil yang kuat, kepercayaan pasar dapat pulih. Sebaliknya, perkembangan keuangan yang mengecewakan berpotensi kembali menekan saham teknologi.
Bagi Nasdaq 100, perhatian jangka pendek tertuju pada keberlanjutan pemulihan futures. Dengan kata lain, investor akan menilai apakah kenaikan tersebut berkembang menjadi aksi beli berkelanjutan atau hanya menjadi rebound sementara setelah aksi jual.



