Emas Bertahan di Atas $4.100 seiring Bergesernya Ekspektasi Suku Bunga Fed
Harga emas bergerak turun pada hari Senin akibat menguatnya dolar AS. Namun, penurunan harga masih terbatas.
Data ekonomi AS memburuk secara signifikan. Kondisi ini mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober.
Emas di pasar spot diperdagangkan di kisaran $4.131,61 per ons pada pukul 04.22 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun tipis.
Indeks dolar menguat sekitar 0,6%. Penguatan tersebut membuat emas lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Kondisi ini juga membatasi permintaan terhadap logam mulia.
Data Tenaga Kerja AS yang Melunak Mengubah Ekspektasi Suku Bunga
Pertumbuhan lapangan kerja di AS melambat lebih dalam dari perkiraan pada September. Data payroll untuk dua bulan sebelumnya juga mengalami revisi turun secara signifikan.
Perubahan tersebut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Oktober.
Pada pertemuan sebelumnya, Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Suku bunga tersebut kini berada di kisaran target 3,75%–4,00%.
Suku bunga tinggi umumnya menekan harga emas. Logam mulia tidak memberikan imbal hasil (yield). Kondisi ini membuat emas kurang menarik dibandingkan aset yang menghasilkan bunga.
Oleh karena itu, data tenaga kerja terbaru memberikan daya dukung bagi emas. Data tersebut menekan ekspektasi pengetatan moneter tambahan.
Ketegangan di Timur Tengah Tetap Menjadi Faktor Penggerak
Pasar emas juga terus mencermati perkembangan di Timur Tengah. Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi telah mengumumkan kampanye militer besar-besaran terhadap Houthi.
Kelompok Houthi mendapat dukungan dari Iran. Mereka juga mengklaim telah menyerang fasilitas milik Saudi Aramco.
Situasi geopolitik tetap menjadi faktor penting bagi logam mulia. Ketidakpastian yang meningkat dapat mendorong permintaan terhadap aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai (store of value).
Logam mulia lainnya juga bergerak menguat pada awal perdagangan. Perak spot naik sekitar 1%. Platina dan paladium juga mencatatkan penguatan.
Bagi para pedagang emas, pasar kini menyeimbangkan dua kekuatan yang berlawanan. Data ekonomi AS yang memburuk mendukung harga emas.
Menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed juga menjadi sentimen positif. Namun, penguatan dolar AS terus memberikan tekanan terhadap harga emas.









