Harga minyak turun pada Senin seiring para pelaku pasar mencermati tanda-tanda bahwa ekspor minyak Arab Saudi mulai pulih meskipun serangan dan ketegangan di Timur Tengah masih berlanjut. Reuters melaporkan bahwa ekspor minyak Arab Saudi telah pulih menjadi lebih dari 4 juta barel per hari pada September, setelah sebelumnya turun menjadi sekitar 2,4 juta barel per hari pada Agustus.
Data satelit juga menunjukkan bahwa arus pengiriman minyak Arab Saudi melalui Selat Hormuz mengalami peningkatan. Perkembangan tersebut turut mendorong harga minyak mentah Brent turun sekitar 2%, meskipun ketidakpastian masih ada karena aktivitas pelayaran melalui selat tersebut masih jauh di bawah level sebelumnya.
Penurunan harga minyak memberikan sedikit dukungan bagi pasar saham karena mengurangi kekhawatiran jangka pendek terhadap potensi tekanan inflasi yang lebih tinggi.



