Emas Bertahan saat Imbal Hasil Treasury Menurun
Harga emas bergerak naik tipis pada Jumat, 16 Oktober. Harga emas mencapai level tertinggi dalam dua minggu pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury terus menopang logam mulia. Kondisi ini terjadi ketika investor menilai volatilitas saham teknologi serta kekhawatiran mengenai investasi AI.
Harga emas spot naik 0,1% menjadi US$4.174,76 per ons. Sementara itu, emas berjangka AS menguat 0,6% menjadi US$4.195,87. Angka tersebut berdasarkan data pasar yang dilaporkan Investing.com.
Permintaan Obligasi dan Pelemahan Dolar Menopang Emas
Kekhawatiran mengenai keberlanjutan finansial investasi infrastruktur AI mendorong investor beralih ke obligasi pemerintah. Kenaikan harga obligasi umumnya sejalan dengan penurunan yield. Kondisi tersebut dapat menguntungkan emas karena logam mulia ini tidak memberikan bunga.
Dolar yang melemah juga membuat emas yang dihargai dalam dolar lebih terjangkau bagi pembeli dengan mata uang lain. Indeks Dolar AS turun selama perdagangan Jumat. Pelemahan tersebut memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.
Inflasi dan Kebijakan The Fed Tetap Menjadi Risiko Utama
Meskipun baru-baru ini pulih, emas masih menghadapi ketidakpastian akibat inflasi AS yang tinggi. Data harga konsumen dan produsen meningkatkan kekhawatiran. Federal Reserve mungkin perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat atau mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Suku bunga dan yield yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas. Karena itu, investor akan terus memantau komentar Federal Reserve dan perubahan yield Treasury. Langkah tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai arah harga emas selanjutnya.



